Jumat, 29 Mei 2015

Perbandingan Power Yamaha R25, Ninja 250Fi, Ninja 250SL, dan All new CBR 250R, siapa yang menang?

yamaha r25 motorblitz
R25 :
Tipe mesin :     4 langkah/Tak, 8 katup DOHC Pendingin Air.
Isi silinder :     2 silinder tegak.Diameter x Langkah :     60.0 x 44.1 mm.
Perbandingan kompresi :     11.6 : 1.
Daya maksimum :     36 PS @ 12.000 rpm.
Torsi maksimum :     22.1 N.m @10.000 rpm.
Sistem bahan bakar :     Fuel Injection System.
Tipe Transmisi :     6-speed, return shift.
Kapasitas Bahan Bakar :     14,3 lL (res : 3 L).
Berat Maksimum :     166 kg.

Coba kita bandingkan dengan motor-motor 250cc lainnya :


2
Ninja 250Fi :
Tipe mesin :     4 langkah/Tak, 8 katup DOHC Pendingin Air.
Isi silinder :     2 silinder tegak sejajar.
Diameter x Langkah :     62.0 x 41.2 mm.
Perbandingan kompresi :     10.7 : 1.
Daya maksimum :     32 PS @ 11.000 rpm.
Torsi maksimum :     21.0 N.m @10.000 rpm.
Sistem bahan bakar :     Fuel Injection System dengan katup Throttle Ganda.
Tipe Transmisi :     6-speed, return shift.
Kapasitas Bahan Bakar :     17 L.
Berat Maksimum :     172 kg.


       Ninja 250SL (mono) :
14_BX250A_YEL3_RF

Tipe mesin :     4 langkah/Tak, 4 katup DOHC Pendingin Air.
Isi silinder :     1 silinder.
Diameter x Langkah :     72.0 x 61.2 mm
Perbandingan kompresi :     11.3 : 1
Daya maksimum :     28 PS @ 9,700 rpm
Torsi maksimum :     22,6 N·m @ 8,200 rpm
Sistem bahan bakar :     Fuel Injection 38 mm x 1.
Tipe Transmisi :     6-speed, return shift.
Kapasitas Bahan Bakar :     11 L.
Berat Maksimum :     151 kg.



         All new CBR 250R :
all new cbr 250r
Tipe mesin :     4 langkah/Tak, 4 katup DOHC Pendingin Air.
Isi silinder :     1 silinder.
Diameter x Langkah :     76.0 x 55.0 mm.
Perbandingan kompresi :     11.3 : 1.
Daya maksimum :     29 PS @ 9000 rpm.
Torsi maksimum :     23,0 N·m @ 7500 rpm.
Sistem bahan bakar :     Fuel Injection.
Tipe Transmisi :     6-speed, return shift.
Kapasitas Bahan Bakar :     13 L.
Berat Maksimum :     164 kg.
Selain tampang & harga Yamaha R25 mungkin untuk sebagian sebagian orang penasaran dengan performa mesin  Yamaha R25 ini, untuk mengetahuinya coba kita bandingkan power Yamaha R25 dengan motor 250cc lain yaitu dengan mengetahui power to weight (power/berat) :
– R25 —> 36 PS /166 kg = 0.216 PS/kg.
– Ninja 250FI —> 32 PS /172 kg = 0.186 PS/kg.
– Ninja 250SL —> 28 PS /151 kg = 0.185 PS/kg.
– All new CBR 250R —> 29 PS /164 kg = 0.176 PS/kg.
Dari hasil diatas ternyata Ninja 250Fi yang mendekati Power to Weight Yamaha R25, tapi jangan lupa torsi masing motor ini berbeda. Belum chasis & fairing yang digunakan oleh masing-masing motor ini juga berpengaruh, jadi ga sabar gimana ya kalau motor-motor ini diadu di sentul?


Sumber : http://motorblitz.com

Apa itu SAE, JASO dan API Service....?

SAE
Singkatan dari Society of Automotive Engineers adalah persatuan ahli otomotif dunia yang bertugas menetapkan standar viskositas atau kekentalan (ukuran dari tebal lapisan oli serta mampu alir oli) pada suhu 100 derajad celcius dan pada -18 derajad celcius. Jenis SAE yang umum digunakan di negara tropis adalah 10W-30 dan 20W-50.

- angka di depan (ex : 10 atau 20) menunjukkan tingkat viskositas atau kekentalan saat mesin masih bekerja di suhu dingin.
- W menunjukkan jenis oli ini dapat digunakan di daerah yang memiliki iklim dingin (winter).
- angka di belakang menunjukkan tingkat viskositas saat mesin bekerja pada suhu panas.

Oli dengan 2 angka ini disebut dengan oli multi grade.... Sedangkan oli dengan 1 angka disebut singgle grade (20W, 10W).


JASO
Japan Automobile Standard Organization, adalah suatu badan organisasi yang bertugas mengeluarkan standar "grading" atau level oli yang didasarkan terhadap kandungan phospor dalam oli (standar ini dibuat oleh Jepang untuk memenuhi tuntutan teknologi di sepeda motor yang di dalamnya terdapat kopling).

- JASO MA (gesekan tinggi)
Oli yang khusus digunakan pada mesin yang menggunakan gesekan besar seperti kopling basah, ada di type cub dan sport.
- JASO MB (gesekan rendah)
Khusus untuk mesin dengan gesekan lebih kecil. Seperti kopling kering matic.


API Service
American Petroleum Institute, adalah suatu institusi di amerika yang bertugas menetapkan "grading" atau level oli menurut Service Classification untuk mesin bensin. Standar grading di dasarkan kepada proteksi oksidasi, proteksi keausan, high temperature engine deposit, foaming, pembentukan asam, pembentukan kerak, perlindungan korosi yang berujung kepada konsumsi bahan bakar yang efisien, performa mesin dan emisi yang rendah.
Grading yang ada :
SG, SJ, SL, SM : untuk motor keluaran tahun 94.

Semakin tinggi API service nya, semakin baik pula kualitas oli nya...

Semoga bermanfaat.

Jumat, 22 Mei 2015

ciri kampas kopling sudah mulai menipis atau aus

1. Akselerasi berkurang

Mesin motor mengeluarkan suara keras saat perpindahan gigi namun tarikan motor tidak terasa? Itu artinya ada masalah di bagian kopling. Hal ini biasanya disebabkan karena kampas kopling yang sudah tipis.

2. Setelan tuas kopling

Ketebalan kampas kopling juga bisa diukur dari setelan tuas kopling (kopling manual). Jika tuas kopling sudah terlalu dalam, itu artinya kampas kopling sudah mulai menipis. Anda sebaiknya segera mengganti kampas kompling sebelum merusak mesin.

3. Selip saat ganti gigi

Pergantian gigi sepeda motor Anda tidak lancar atau bahkan selip? Itu tanda kalau kopling motor Anda bermasalah. Selip atau tersangkut saat ganti gigi merupakan indikasi bahwa kampas kopling pada motor sudah mulai menipis.

4. Tarikan motor melemah

Kecepatan sepeda motor malah berkurang saat berpindah gigi? Itu tanda kalau kopling motor bermasalah. Kopling yang tidak bisa bekerja dengan maksimal akan membuat sepeda motor kehilangan tarikan saat pergantian gigi.

Jumat, 20 Maret 2015

Kapan Ganti Oli Motor?

Masalah penggantian oli seringkali disepelekan bikers.
- Banyak yang melakukan penggantian oli tanpa jadwal pasti, suka-suka, seingatnya, kalau senggang, pas ada duit, dsb.Ada yang tiap bulan sekali, dua bulan sekali, atau malah setahun sekali!
- Jarang sekali bikers yang mengganti oli motornya secara berkala sesuai ketentuan pabrikan, per 2000km.
- Banyak bikers yang suka gonta-ganti merk oli.
- Jarang sekali bikers yang memperhatikan SAE oli yang sesuai dengan motornya.
- Bikers cenderung memilih oli merk terkenal atau yang harganya mahal.

Bagaimana dengan anda ?

Rabu, 18 Maret 2015

Kelebihan dan Kelemahan Ban yang diisi dengan Nitrogen


Ban adalah komponen penting pada kendaraan. apapun kendaraannya (mobil, motor, sepeda dan sebagainya) tekanan gas (angin) dalam ban perlu diperhatikan agar kinerja (grip/daya cengkram) ban terhadap jalan tetap optimal dan umur pakai ban menjadi lebih panjang. Selain menggunakan angin, kini beberapa toko ban juga menyediakan gas nitrogen (N2) untuk diisi ke ban. Begitu ganti isinya, tutup pentilnya
pun ditukar dengan warna hijau.
Banyak keuntungan dengan memakai N2 ketimbang keempat ban diisi mengandalkan angin. Namun harga untuk pengisian setiap ban cukup mahal dibandingkan dengan yang pakai angin. Muncul berbagai persepsi mengenai penggunaan gas nitrogen pada
ban kendaraan. Sebagian besar menyatakan penggunaan nitrogen membuat ban lebih empuk, malah ada yang nekat menyatakan kendaraan jadi hemat bahan bakar. Gas nitrogen sebagai pengisi ban Dikarenakan partikel gas Nitrogen (N2) lebih besar dibandingkan Oksigen (O2) maka N2 dapat mencegah terjadinya kebocoran (rembesan) yang menyebabkan berkurangnya tekanan gas (angin) pada ban.
Selain itu Nitrogen aman digunakan karena tidak bisa terbakar, tidak berbau dan merupakan bagian dari gas yang ada di atmosfir yang juga kita hirup sehari-hari. Untuk membedakan mana ban yang di dalamnya berisi gas biasa dan yang berisi gas N2, umumnya disepakati dengan menggunakan tutup pentil berwarha Hijau bertuliskan N2 untuk ban yang diisi dengan gas N2.
>>Keuntungan Menggunakan N2 sebagai gas pengisi ban :
1. Tekanan ban terjaga lebih lama (menjadi lebih jarang mengisi ulang)
2. Daya cengkram dan kinerja ban menjadi optimal akibat grip yang baik, tekanan yang tidak berkurang)
3. Menghemat BBM (tekanan tepat, meringankan kerja mesin)
4. Memperpanjang umur pakai ban (tekanan tepat, habisnya ban akan merata)
5. Meningkatkan keselamatan (tekanan tepat, grip dan stabilitas terjaga)
6. Tidak terjadi oksidasi pada karet ban (memperpanjang umur elastisitas karet ban)
7. Tidak membantu menimbulkan karat (aman bagi komponen besi)
8. Tekanan ban yang stabil terhadap temperatur ban (mengurangi kecelakaan akibat pecah ban / overpressure)
>>Kelemahan gas Nitrogen (N2) sebagai gas pengisi ban :
1. Harga yang masih mahal
Umumnya berkisar sekitar 10 ribu hingga 20 ribu rupiah untuk setiap ban. Belum lagi ada tambahan biaya apabila sebelumnya gas pengisi ban tersebut bukan N2, karena harus dikuras terlebih dahulu untuk kemudian diisi gas N2. Biaya kuras berkisar sekitar 5 ribu sampai 10 ribu rupiah.
2. Perawatan
Setiap kali ban sudah terisi oleh N2, maka selanjutnya jika tekanan berkurang, sangat disarankan untuk menambahkannya dengan N2 juga.
3.Ketersediaan
Belum banyak bengkel ban yang menyediakan jasa pengisian N2.
Berikut ini info untuk melakukan pengisian Nitrogen :
a) Kuras angin ban disertai dengan melepas pentil.
b) Setelah terbuang, isi N2 80 hingga 85 persen dari tekanan idealnya. Semisalnya ban profil tipis, jika seharusnya diisi 40 Psi, untuk penggunaan ini cukup diisi 32-34 Psi.
c) Kemudian lakukan poin 1 (buang nitrogen) dan isi kembali (pentil belum terpasang). Tujuannya, agar saat pengisian asupan kedua murni N2.
d) Pasang pentil dan lanjutkan dengan pengisian kembali sampai batas ideal.
*NOTE:
apabila tekanan N2 berkurang dan tidak ditemukan bengkel yang menyediakan pengisian N2, kita dapat menambahkannya dengan gas/angin ban seperti biasa yang mudah ditemui di tepi jalan sebagai langkah darurat. Namun apabila kita sudah dapat
menemukan bengkel yang menyediakan pengisian N2, sebaiknya ban tersebut kembali di kuras ulang untuk diisi kembali dengan gas N2 murni